Pelajari Dasar-dasar 6 Rumus Excel Penting! untuk Pemula

Rumus Excel, Pada saat membeli PC baru, baik itu komputer, laptop, maupun notebook, pastinya sudah akan terinstal satu bundle Microsoft Office. Yang mana terdiri dari Miscrosoft Word, Microsoft Power Point, Microsoft Publisher, Microsoft Excel, dan lain sebagainya.

Penggunaan Miscrosoft Excel ini sendiri dirasa memang sangat membantu pekerjaan, seperti mempermudah dalam mengolah data, statistic, dan yang lainnya. Namun, ternyata justru ada beberapa orang yang masih merasa kebingungan untuk mengoperasikan Microsoft Excel ini. Nah, apabila Anda adalah salah satunya, maka Anda wajib untuk menyimak ulasan mengenai rumus Excel berikut ini.

1. Rumus SUM

Rumus dasar yang pertama yang harus Anda ketahui adalah rumus SUM, yang mana rumus ini digunakan sebagai fungsi penjumlahan. Sehingga, Anda tidak perlu repot-repot menghitung sendiri ataupun menggunakan kalkulator untuk menjumlahkan data-data yang sudah Anda input di Miscrosoft Excel.

Untuk menggunakan rumus SUM ini sangatlah mudah, Anda hanya perlu memasukkan rumusnya dengan penulisan = SUM (Sel awal: Sel Akhir). Yang dimaksud dengan sel awal untuk menunjukkan sel pertama yang akan dilakukan penjumlahan, dan begitu pula sel akhir, yaitu sebagai penanda data terakhir yang akan dilakukan penjumlahan.

Mengapa disebut dengan sel? Karena, di Miscrosoft Excel ini Anda bukan hanya bisa melakukan penjumlahan antar baris saja, melainkan antar kolom pun bisa Anda jumlahkan. Sehingga, penyebutannya sendiri disebut sebagai sel, tidak hanya kolom dan tidak juga baris. Setelah menuliskan rumus ini di dalam salah satu sel, maka Anda bisa melakukan drag ke kolom selanjutnya agar rumus yang ditetapkan ini juga berlaku untuk sel yang lainnya.

2. Rumus AVERAGE

Rumus Excel yang selanjutnya yang juga termasuk ke dalam rumus-rumus dasar dari Miscrosoft Excel ini adalah rumus AVERAGE. Berbeda halnya dengan SUM yang merupakan rumus untuk melakukan penjumlahan, AVERAGE ini merupakan rumus yang berfungsi untuk melakukan perhitungan jumlah rata-rata.

Dengan adanya rumus AVERAGE ini, Anda juga sangat diuntungkan karena setelah dilakukan penjumlahan, Anda tidak perlu pusing menghitung berapa jumlah rata-rata dari data yang ada. Penulisan rumusnya pun tidak sulit, bahkan hampir sama dengan penulisan rumus SUM, Anda hanya perlu mengetik = AVERAGE (Sel awal:Sel akhir). Dengan begitu, Miscrosoft Excel akan langsung menghitung jumlah rata-rata secara otomatis.

3. Rumus PRODUCT

Sekarang kita lanjut ke rumus Excel yang ketiga, yaitu ada rumus PRODUCT. Untuk apa rumus berikut ini? Fungsi dari rumus yang satu ini adalah untuk melakukan perhitungan perkalian. Untuk mengalikan setiap data, Anda bisa menulisnya dengan cara = PRODUCT (a1, a2) atau bisa juga ditulis dengan menggunakan simbol bintang sebagai tanda ‘’kali’’, seperti = PRODUCT (a1*a2).

Kemudian speerti biasa, dilanjut dengan memasukkan rumus = PRODUCT (Sel awal:Sel akhir) agar semua data bisa terhitung dengan rumus yang sama. Rumus PRODUCT ini juga termasuk ke dalam rumus-rumus Excel yang paling dasar, sehingga biasanya apabila Anda bekerja di suatu perusahaan pengolahan data, semua rumus dasar ini haruslah sudah berada di luar kepala.

4. Rumus MAX

Dilihat dari namanya pasti Anda sudah bisa menebak fungsi dari rumus Excel yang satu ini. Ya, benar rumus MAX ini berfungsi untuk mendapatkan nilai tertinggi atau terbesar yang ada dari sekumpulan data. Penulisan rumusnya hampir sama dengan penulisan rumus lainnya, yaitu dengan cara = MAX (sel awal:sel akhir).

5. Rumus MIN

Jika Miscrosoft Excel bisa mencari nilai tertinggi atau terbesar, pastinya ia juga bisa mencari nilai terkecil atau nilai terrendah dari sekumpulan data. Cara menggunakan rumusnya pun sangat mudah, Anda hanya perlu menuliskan = MIN (sel awal:sel akhir), kemudian enter. Dengan begitu, Miscrosoft Excel akan langsung mendapatkan hasilnya tanpa perlu Anda hitung lama-lama.

6. Rumus Logika IF

Beralih ke rumus Excel yang lainnya, kali ini kita mulai masuk ke rumus yang bisa dibilang sedikit ruwet, padahal sama mudahnya dengan rumus dasar yang lainnya. Rumus ini dinamakan rumus logika IF, yang mana digunakan untuk kondisi-kondisi tertentu sama seperti namanya, IF.

Penggunaan rumus ini biasanya dibarengi dengan simbol-simbol perbandingan, seperti sama dengan (=), lebih kecil dari (<), lebih besar dari (>), tidak sama dengan (≠), lebih kecil dari sama dengan (≤), lebih besar dari sama dengan (≥). Kemudian, untuk penulisannya rumusnya memang sedikit rumit, yaitu = IF (logical_test, value_if_true, value_if_false).

Yang mana maksudnya sendiri adalah untuk mengartikan suatu hasil dari logika, misalnya seperti apabila benar maka hasilnya X, dan apabila salah maka hasilnya adalah Y. Biasanya hasil dari rumus ini adalah berupa alpha numeric atau teks, sehingga apabila datanya adalah teks harus menggunakan tanda petik.

Jadi bagaimana? Apakah rumus Excel ini terasa sulit bagi Anda? Pastinya sangat mudah bukan? Selamat mencoba!